Seminar Nasional I Jurusan Ekononomi Pembangunan 2018

 

Seminar Nasional I Jurusan Ekononomi Pembangunan 2018

 

 

 

Merauke, Jumat 23 November 2018 bertempat di Universitas Musamus  gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) telah dilangsungkan seminar nasional peningkatan potensi perdagangan dan stabilitas moneter dalam percepatan pembangunan di daerah perbatasan Negara kesatuan republik Indonesia yang mengangkat tema pengembangan ekonomi perbatasan untuk meningkatkan ketahanan negara  di daerah kabuten Merauke sebagai daerah perbatasan dengan sub tema potensi perdagangan dan ekonomi kretif antar negara di negara perbatasan.

 

Tujuan seminar  Nasional ini antara lain :  Pertama , menjadi wadah bagi para pengambil kebijakan  ( decision makers), lembaga – lembaga fungsional dan kalangan akademisi untuk mendiskusikan dan mendesiminsikan informasi terkini tentang potensi dan peluang pengembangan kawasan perbatasan dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi di kabupaten Merauke. Kedua mengidentifikasi potensi dan peluang kegiatan sektor ekonomi di daerah perbatasan dalam rangka mendorong roda ekonomi daerah. Ketiga menambah pengetahuan  dan wawasan peserta seminar dan masyarakat serta pelaku industri pariwisata / dunia usaha lainnya mengenai tatangan dan peluang mengenai tantangan dan  peluang dalam mempecepat pembangunan darah perbatasan

 

Seminar kali ini mengundang para nara sumber antara lain Dr. Suharmono, SE., M.Si ( Ketua AFEBI /Dekan FEB  Universitas Diponegoro Semarang ), Cecep Agus Supriyanta ( Asisten Deputi Koordinasi Wawasan Nusantara, Kemenko Polhumkam ),  Poppy Rufaidah, SE., MBA, Phd (Sekjen AFEBI dan Atase Pendidikan KBRI di Washington), dan Susana Dewijana Wanggai , S.Pd., M.Soc.Sc.( Kepala Badan Pengelola Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri, Provinsi Papua) .

 

Kegiatan ini di buka oleh Wakil Rektor I  Bidang kurikulum dan akademik Universitas Musamus Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono  SE.,M.si dan dihadiri oleh  dosen , mahasiswa dan para tamu undangan dari berbagai kalangan di kabupaten Merauke .  

 

Key note speaker pada sesi pertama adalah Dr. Suharmono, SE.,M.Si dengan   materi”Pengembangan Ekonomi Perbatasan Papua” yang dipandu oleh Dekan  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Samel W Ririhena., M.Si. Sedangkan sesi kedua materi di sampaikan oleh 3 nara sumber yaitu Cecep Agus Supriyanta , Poppy Rufaidah, SE., MBA, Phd dan Susana Dewijana Wanggai , S.Pd., M.Soc.Sc. dengan moderator Dr. Herndricus Lembang, S.Sos., DEA. 

 

Hasil pemaparan dan diskusi dalam seminar ini disampaikan secara beragam oleh para narasumber. Secara umum disampaikan bahwa permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan ekonomi di kawasan perbatasan berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat illegal seperti, illegal fishing, perdagangan narkotik, propaganda, kejahatan korporasi, separatis, kejahatan lintas batas negara, warga negara ganda, radikalisme, terorisme baik secara lokal maupun internasional. Disamping itu kurangnya pemanfaatan potensi ekonomi, Sumber Daya Manusia yang rendah, kemampuan pemerintah yang  terbatas sehingga kesejahteraan masyarakat juga masih rendah, tidak sebanding dengan kekayaan sumber daya alam yang dimilki.

 

Solusi yang ditawarkan oleh para nara sumber untuk meminimalisir dan mengatasi permasalahan di atas adalah membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) secara terpadu di daerah perbatasan. Selain itu prasarana pariwisata yang memadai juga perlu dibangun seperti stasiun, terminal ,kantor polisi, bank dan sarana penunjang lainnya. Selain itu agar sejalan dengan arah kebijakan presiden Joko Widodo maka peningkatan kerja sama ekonomi perbatasan ke pasar non tradisional dan membuka kerjasama ekonomi di kawasan Pasifik Selatan juga perlu dilakukan.

 

 Peran dari Civitas Akademika Universitas Musamus juga menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan sehingga diharapkan mampu mempersiapkan diri menjadi agen perubahan yang menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, dengan mengandalkan kreativitas demi terciptanya daya saing serta  ikut mendorong serta mengawasi percepatan pembangunan dan kesejahteraan di Provinsi Papua.

 

 

 

 

Please publish modules in offcanvas position.